<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8022219023490104381</id><updated>2011-07-08T23:19:41.822+07:00</updated><title type='text'>MATERI PRAKTIKUM PRODUKSI AUDIO VISUAL</title><subtitle type='html'>blog ini berisi segala macam informasi tentang praktikum produksi audio visual baik jurnalistik, advertising maupun public relation jurusan ilmu komunikasi UPN veteran Jogjakarta.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://panjiadver.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://panjiadver.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>panji ADvis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15969081350691905705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PEnQt4v3rys/R-KJp8J5ayI/AAAAAAAAADQ/XCNfzC8bo40/S220/l_AG-DVC60.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8022219023490104381.post-6520005310902970588</id><published>2009-10-12T14:29:00.002+07:00</published><updated>2009-10-12T14:39:59.421+07:00</updated><title type='text'>IKLAN TELEVISI</title><content type='html'>KARAKTERISASI IKLAN TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Pesan dari produk dapat dikomunikasikan secara total, yaitu audio, visual, dan gerak. Hal ini mampu menciptakan kelenturan bagi pekerja kreatif untuk &lt;br /&gt;mengkombinasikan gerakan, kecantikan, suara, warna, drama, humor, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2.      Iklan di televisi memiliki sarana paling lengkap untuk eksekusi&lt;br /&gt;3.      Iklan ditayangkan secara sekelebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMAT IKLAN TELEVISI&lt;br /&gt;Rancangan untuk iklan di media ini, disamping memuat pesan iklan yang verbal untuk diperdengarkan, juga memuat visual (gambar) untuk diperlihatkan kepada pemirsa. Oleh karena itu, rancangan iklan televisi, memuat:&lt;br /&gt;1.      Script yang terdiri dari dua kolom. &lt;br /&gt;      a.  Satu kolom sebelah kiri dibuat untuk melukiskan rentetan adegan. &lt;br /&gt;           Kolom kiri ini disebut dengan judul visual atau video.&lt;br /&gt;      b.  Kolom sebelah kanan dibuat untuk menjelaskan suara apa saja yang  &lt;br /&gt;           harus atau akan terdengar pada saat visual ditampilkan.&lt;br /&gt;Script ini merupakan panduan untuk membuat storyboard.&lt;br /&gt;2.      Gambar&lt;br /&gt;Gambar yang ditampilkan produk yang ditawarkan, gambar orang, kartun, maupun adegan lain sesuai dengan jalannya cerita yang tertera dalam script.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERALATAN YANG DIPAKAI DALAM AMUNISI  IKLAN TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini peralatan untuk memproduksi iklan televisi&lt;br /&gt;1.      Tokoh, dapat terdiri dari bintang film, tokoh masyarakat, anak-anak, ataupun tokoh kartun yang mampu mendukung gambaran brand. &lt;br /&gt;2.      Suara manusia atau voice biasanya disingkat VO.&lt;br /&gt;Suara manusia terdiri  dari suara perempuan  atau female voice yang disingkat FVO dan suara laki-laki male voice yang disingkat MVO&lt;br /&gt;3.      Musik&lt;br /&gt;4.      Lagu/jingle&lt;br /&gt;5.      Sound effect (SFX)&lt;br /&gt;6.      Visual effect&lt;br /&gt;7.      Super (super imposed), yaitu  huruf, tulisan, atau gambar grafis yang dimunculkan atau dicetak di atas gambar. Biasanya super menampilkan nama atau merk produk, nama perusahaan, slogan, dan lain-lain dengan maksud melengkapi atau memperjelas pesan.&lt;br /&gt;8.      Warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKUATAN DAN KELEMAHAN  IKLAN DI MEDIA TELEVISI&lt;br /&gt;Kekuatan iklan di media televisi&lt;br /&gt;1.      Televisi mempunyai pengaruh dan dampak komunikasi yang kuat karena mengandalkan audio, visual, dan gerak. Bagi khalayak sasaran, iklan televisi mempunyai kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi persepsi mereka.&lt;br /&gt;2.      Iklan televisi mempunyai efisiensi dalam hal biaya. Hal ini didasarkan pada jutaan penonton televisi yang secara teratur menonton iklan komersial. Jangkauan massal ini menimbulkan efisiensi biaya untuk menjangkau setiap kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan iklan di televisi&lt;br /&gt;1. Biaya yang absolut yang besar untuk memproduksi dan menyiarkan iklan komersial. Meskipun biaya untuk menjangkau setiap kepala adalah rendah, biaya absolut dapat membatasi niat pengiklan. Besarnya biaya ini dihitung dari pembayaran artis, production house, dan membeli waktu media televisi yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Khalayak penonton televisi tidak selektif dibandingkan kabar dan majalah yang segmentasinya lebih tajam. Segmentasinya tidak setajam kabar dan majalah. Jadi, iklan yang ditayangkan di televisi memiliki kemungkinan mejangkau pasar yang kurang tepat.&lt;br /&gt;PROSES KREATIF PEMBUATAN IKLAN&lt;br /&gt;Menurutnya proses kreatif dalam pembuatan iklan terdiri dari tiga  tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pertama&lt;br /&gt;Copywriter  mengolah Marketing Brief dari pengiklan atau klien. Marketing brief atau "taglimat pemasaran" ini dibuat oleh klien  yang berisi penjelasan mengenai data-data tentang  produk, strategi pemasaran, dan persaingan di pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Kedua&lt;br /&gt;Berdasarkan marketing brief yang dibuat oleh pengiklan, dan berdasarkan reasearch yang dilakukan oleh copywriter, maka untuk memudahkan pekerjaan disusunkan sebuah creative brief atau brief kreatif.&lt;br /&gt;Copywriter harus "membenamkan" diri mereka ke dalam informasi-informasi tersebut, untuk menetapkan posisi atau platform dalam penjualan serta menentukan tujuan iklan yang akan ditetapkan. Kedua hal ini akan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada orang-orang kreatif mengenai cara yang paling efektif, berikut berbagai kendalanya, untuk mengkomunikasikan posisi tersebut dengan sebuah pesan iklan yang dapat ditangkap secara efektif oleh konsumen.&lt;br /&gt;            Dalam tahap ini copywriter akan mengolah kekuatan ataupun kelemahan produk dibandingkan produk pesaing. Kemudian, Anda sebagai copywriter harus yakin akan keistimewaan produk tersebut. Akan sulit bagi kita untuk mempengaruhi calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk yang akan kita iklankan jika kita sendiri kurang yakin akan keunggulan atau keistimewaan produk yang kita tawarkan.&lt;br /&gt;Marketing brief yang dibuat oleh klien harus dibandingkan dengan penelitian yang Anda lakukan sendiri. Bila ada kelemahan dibandingkan saingannya, apa kira-kira kompensasi  untuk kelemahan itu. Jangan mengada-ada. Tugas seorang copywriter adalah meminimalisasi kelemahan dan memaksimalkan kelebihan. Jangan menipu konsumen. Dalam penyampaian pesan dapat dilakukan dengan dramatisasi; namun, tidak dengan berbohong. Dramatisasi adalah memberikan informasi yang benar dengan cara melebih-lebihkan sifat atau keadaannya, dengan maksud untuk menarik perhatian sasaran (konsumen). Lebih jauh lagi,  penyampaian itu  bersifat menghibur.&lt;br /&gt;    Hasil pengolahan yang mendalam dan tepat dari marketing brief dan research menyebabkan orang kreatif dapat menentukan kepada siapa komunikasi pesan itu akan disampaikan atau yang disebut dengan target audience. Hal ini mempengaruhi  penggunaan bahasa, waktu muat/tayang, dan   media yang dipakai untuk mengkampanyekan iklan.&lt;br /&gt;            Sebagai contoh, untuk produk makanan anak yang memiliki banyak kompetitor, iklan harus mampu menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa yang dipakai oleh iklan lain, bahasa itu juga harus tepat untuk anak-anak. Hal ini mempengaruhi media dan waktu pemuatan/penayangan.&lt;br /&gt;Pada dasarnya, marketing brief yang dibuat oleh pengiklan, dan  reasecrh yang dilakukan oleh copywriter harus diolah. Untuk memudahkan perkerjaan berikutnya, disusunkan apa yang disebut dengan creative brief atau brief kreatif.&lt;br /&gt;Brief kreatif ini, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARAN PROYEK&lt;br /&gt;Klien                : data diri yang otentik tentang klien, meliputi nama, alamat, no telpon, faks&lt;br /&gt;Ruang lingkup&lt;br /&gt;Usaha               : data umum tentang usaha yang dijalankan klien&lt;br /&gt;Produk              : apa yang dihasilkan dari klien&lt;br /&gt;Batas waktu      : Setelah batas waktu diketahui, dapat dengan mudah disusun jadwal  &lt;br /&gt;                               terhadap proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIM KERJA&lt;br /&gt;Account Executive         :  wakil dari Departemen Layanan Klien&lt;br /&gt;Creative Director            : Pengarah Kreatif , pemimpin departemen Kreatif&lt;br /&gt;Copywriter                     : Penulis naskah iklan &lt;br /&gt;Art Director                    : perencana tampilan visual yang dikolaborasikan dengan  &lt;br /&gt;                                              teks&lt;br /&gt;Objektivitas                   : Hal-hal apa sajakah yang akan dikomunikasikan iklan sesuai &lt;br /&gt;                                             kesepakatan dengan pengiklan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETERANGAN PRODUK&lt;br /&gt;Bentuk promo                : penjelaskan tentang benda promo yang dikehendaki seperti iklan media &lt;br /&gt;cetak, iklan radio, iklan televisi, kalender, dsb.&lt;br /&gt;Non fisik                        : penjelasan mengenai kekuatan non fisik yang hendak ditonjolkan demi &lt;br /&gt;keberhasilan sebuah iklan. Misalnya, gengsi, kebanggaan kelompok, kesan &lt;br /&gt;intelektualitas, selera rasa yang tinggi, dsb.&lt;br /&gt;Fisik                             : penjelasan mengenai kekuatan fisik yang terdapat pada produk dan &lt;br /&gt;disepakati akan dikampayekan. Misalnya : kekuatan, masa usia pakai &lt;br /&gt;yang lama, anti karat, anti bocor, tanpa bahan pengawet, dsb.&lt;br /&gt;Positioning                    : posisi produk di tengah banyaknya komuniaksi iklan&lt;br /&gt;Diferensiasi                   : ciri khas produk yang membedakan dengan produk lain&lt;br /&gt;Arah pasar                    : arah pasar yang hendak disasar, regional, nasional, internasional&lt;br /&gt;Selling point                  : kelebihan produk yang membedakannya dengan konpetitor&lt;br /&gt;KONSUMEN&lt;br /&gt;Rasional                        : alasan logis konsumen menggunakan produk: nilai guna, waktu &lt;br /&gt;  penggunaan yang tepat, dll.&lt;br /&gt;Emosional                     : alasan emosi konsumen menggunakaan produk: kebanggaan, &lt;br /&gt;  ekslusifitas, keingginan untuk dihargai, kepercayaan diri, dll.&lt;br /&gt;Target audience             : kelompok sasar yang hendak dituju oleh promosi yang dijalankan&lt;br /&gt;Strategi pendekatan       : penentuan strategi didasarkan  pada reaserch: apakah akan dari aspek &lt;br /&gt;                                              emosional atau rasional.&lt;br /&gt;Cara komunikasi            : konsep komunikasi tampilan iklan, baik dari sudut desain, visual,  layout, tipografi, gaya bahasa seperti apa yang yang akan dipakai.&lt;br /&gt;Tema                            : tema kreatif yang akan dikembangkan dalam pencip[taan sebuah iklan&lt;br /&gt;Konsep ide                    : hal yang mendasari idr, misalnya tematik, historis, relaistik, imajinatif.&lt;br /&gt;            Setelah brief kreatif  tersusun, copywriter melanjutkannya ke dalam bentuk penyusunan headline, bodytex          hingga flash jika itu iklan media cetak, script jika itu iklan radio dan televisi. Selanjutnya art director akan memberikan aspek visual dan layout pada rancangan yang telah dibuat copywriter tersebut.&lt;br /&gt;Pada tahap kedua inilah seluruh ide dan rancangan  yang merupakan jantung dari seluruh proses perumusan strategi kreatif dicetuskan dan dikembangkan. Biasanya untuk memperoleh hasil kerja yang optimal, dilibatkan pula suatu diskusi yang sangat hati-hati di antara orang kreatif, antara copywriter dan art director. Hasil dari tahap kedua ini adalah kopi untuk iklan media cetak, script untuk iklan radio, dan storyboard untuk iklan televisi. &lt;br /&gt;Tahap Ketiga&lt;br /&gt;Dalam sebuah biro iklan, langkah terakhir yang dilakukan adalah presentasi di hadapan pengiklan untuk memperoleh persetujuan. Apabila telah disetujui, rancangan iklan tersebut diproduksi dan dipublikasikan melalui media-mesia yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;RUMUS IKLAN YANG BAIK&lt;br /&gt;1. IKLAN BAIK: AIDCA&lt;br /&gt;1.      Attention (perhatian&lt;br /&gt;iklan harus mampu menarik perhatian khalayak sasaran. Untuk itu, iklan membutuhkan bantuan ukuran, penggunaan warna, tata letak, atau suara-suara khusus.&lt;br /&gt;2.      Interest (minat)&lt;br /&gt;iklan berurusan dengan bagaimana konsumen berminat dan memiliki keinginan lebih jauh. Dalam hal ini konsumen harus dirangsang agar mau membaca, mendengar, atau menonton pesan-pesan yang disampaikan. Selain itu, iklan juga harus memiliki komponen Desire, yaitu mampu menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk tersebut. &lt;br /&gt;4.      Conviction (keinginan)&lt;br /&gt;yang artinya iklan harus mampu menciptakan kebutuhan calon pembeli. Konsumen mulai goyah dan emosinya mulai tersentuh untuk membeli produk tersebut. &lt;br /&gt;5.      Action (tindakan)&lt;br /&gt;Akhirnya, elemen Action berusaha membujuk calom pembeli agar sesegera mungkin melakukan suatu tindakan pembelian. Dalam hal ini dapat digunakan kata beli, ambil, hubungi, rasakan, bunakan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. IKLAN BAIK: SUPER "A"&lt;br /&gt;a.      Simple (S)&lt;br /&gt;Simple artinya sederhana. Untuk brand  baru  kesederhanaaan ini dipahami sebagai "dapat dimengerti sekali lihat". Contohnya  Iklan Kit Kat dengan slogannya  "ada break ada Kit Kat."&lt;br /&gt;b.      Unexpected (U)&lt;br /&gt;Unexpected artinya tidak terduga. Di tengah derasnya arus iklan yang kita lihat setiap harinya, iklan yang baik adalah iklan yang idenya  tidak terduga, di luar bayangan kita sehingga kita berdecak kagum. Iklan seperti ini akan selalu diingat  dan menjadi the top of mind, paling tidak dalam segmentnya. &lt;br /&gt;c.      Persuasive (P)&lt;br /&gt;Persuafif disebut juga dengan daya bujuk, yang berarti mempunyai kemampuan menyihir orang untuk melakukan sesuatu. Iklan yang berpersuasif mampu menggerakkan konsumen untuk mendekatkan diri dengan brand  dan tertarik untuk mencobanya.&lt;br /&gt;d.      Entertaining (E)&lt;br /&gt;Iklan yang standar mungkin tidak mengesalkan hati konsumen, namun iklan itu juga tidak akan tertanam dalam benak konsumen. Sebaliknya, iklan yang baik akan tertanam di benak konsumen. Iklan -iklan tersebut mengandung unsur hiburan. &lt;br /&gt;            Iklan yang mempunyai sifat menghibur mampu memainkan emosi konsumen untuk tertawa, menyanyi, menari, menangis, atau terharu. Iklan seperti itu mampu mengangkat simpati konsumen terhadap brand yang diiklankan.&lt;br /&gt;e.       Relevevant (R)&lt;br /&gt;Dalam beriklan, kita dituntut untuk kreatif. Penyampaian iklan tidak harus lugas menunjukkan persuafif agar konsumen segera menggunakan iklan yang kita tawarkan. Iklan yang baik harus memnggunakan berbagai gaya berbahasa: asosiasi, analogi, hiperbola, metafora, dan lain-lain. Atau dengan kata lain, iklan bolehlah melantur kemana-mana, dengan syarat harus relevan.&lt;br /&gt;f.     ACCEPTABLE (A)&lt;br /&gt;Unsur acceptable atau penerimaan sangat berkaitan dengan budaya yang berlaku di masyarakat. Membandingkan secara langsung produk kompetitor  dengan produk yang kita iklankan, dirasa tidak dapat di terima oleh masyarakat. Begitu juga dengan iklan yang menampilkan kekerasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8022219023490104381-6520005310902970588?l=panjiadver.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://panjiadver.blogspot.com/feeds/6520005310902970588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8022219023490104381&amp;postID=6520005310902970588&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/6520005310902970588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/6520005310902970588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://panjiadver.blogspot.com/2009/10/ikkan-televisi.html' title='IKLAN TELEVISI'/><author><name>panji ADvis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15969081350691905705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PEnQt4v3rys/R-KJp8J5ayI/AAAAAAAAADQ/XCNfzC8bo40/S220/l_AG-DVC60.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8022219023490104381.post-5101917999469491321</id><published>2009-03-24T14:23:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T14:32:23.616+07:00</updated><title type='text'>DASAR-DASAR EDITING</title><content type='html'>Editing &lt;br /&gt;Adalah suatu proses mengatur dan menyusun rangkaina shot menjadi sebuah scene, rangkain scene menjadi sebuah sequence, rangkain sequence menjadi suatu cerita yang utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai editing, hendaknya seorang editor memahami ide keseluruhan dari cerita yang akan disajikan : &lt;br /&gt;- tema dasar ceritanya &lt;br /&gt;- plot/ alur ceritanya&lt;br /&gt;- apa yang diharapkan dari penonton&lt;br /&gt;- memilih apa yang penting dan membuang apa yang tidak penting dalam hubungan keseluruhan cerita. &lt;br /&gt;- Apa pesan utama dari program&lt;br /&gt;- Siap audiensnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat penting dalam editing &lt;br /&gt;- Kesinambubgan cerita {kontiniti} &lt;br /&gt;- Kesinambungan gambar dan kesinambungan suara &lt;br /&gt;- Kesinambungan irama adegan, hubungan antara shot yang satu dengan shot yang berikutnya, dengan variasi framing dan komposisi gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS EDITING &lt;br /&gt;Berdasarkan Pelaksanaan Produksi &lt;br /&gt;- Switching atau editing spontan &lt;br /&gt;- Post production editing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Peralatan Yang digunakan&lt;br /&gt;-Linear Editing dengan peralatan video yang lengkap &lt;br /&gt;Peralatan yang dibutuhkan : &lt;br /&gt;►3 buah video cassette recorder, 2 VCR sbag player untuk memutar hasil rekaman, 1 VCR sebagai recorder untuk merekam hasil editing (master Tape}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;► 2 Buah TV monitor untuk melihat shot yang dipilih untuk diedit dan hasil yang telah diedit&lt;br /&gt;► 1 buah video mixer &lt;br /&gt;► 1 Buah editing control &lt;br /&gt;► 1 buah audio mixer &lt;br /&gt;► audio caseete recorder atau vcd/mp3 untuk memutar musik atau komentar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Non linear editing dengan menggunakan computer yang dilengkapi dengan video capture card. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penyusunan shot dalam editing {pada linear Editing}&lt;br /&gt;- Assemble editing &lt;br /&gt;Penyusunan shot-shot gambar langsung dicopy kedalam pita master yang masih kosong secara berurutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Insert editing &lt;br /&gt;Penyusunan shot-shot  kedalam pita master yang sudah diisi dengan sinyal video, termasuk control track dan time code sebagai referensi waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN EDITING&lt;br /&gt;1. Workprint dengan time code &lt;br /&gt;Membuat workprint, meng copi pita orisinal yang berisi hasil rekaman asli dengan display nomor time code kekaset lain.  &lt;br /&gt;2. Logging dan Scoring &lt;br /&gt;Logging : melihat semua gambar dari kaset workprint dan mencatat setiap shot kedalam log sheet.&lt;br /&gt;- nomor pita kaset &lt;br /&gt;- nomor time code (menit, detik dan frame}&lt;br /&gt;- memberi nomor shot dan nomor take (sesuai dengan shooting script) &lt;br /&gt;- jenis framing dan komposisinya, sudut pengambilan,dll&lt;br /&gt;- isi adegan &lt;br /&gt;- isi dialog (transkripsi dialog/wawancara)&lt;br /&gt;scoring : memilih shot-shot yang paling baik, biasanya diberi keterangan “GOOD” atau “OK”&lt;br /&gt;3. Editing off line&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Editing On Line &lt;br /&gt;Menurut Peralatan yang digunakan &lt;br /&gt;- Linear Editing dengan peralatan video yang lengkap ( Video Player, recorder, audio sytem, monitor, switcher, editing control unit} &lt;br /&gt;- Non Linear Editing dengan menggunakan computer editing yang dilengkapi dengan video capture.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8022219023490104381-5101917999469491321?l=panjiadver.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://panjiadver.blogspot.com/feeds/5101917999469491321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8022219023490104381&amp;postID=5101917999469491321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/5101917999469491321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/5101917999469491321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://panjiadver.blogspot.com/2009/03/dasar-dasar-editing.html' title='DASAR-DASAR EDITING'/><author><name>panji ADvis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15969081350691905705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PEnQt4v3rys/R-KJp8J5ayI/AAAAAAAAADQ/XCNfzC8bo40/S220/l_AG-DVC60.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8022219023490104381.post-2363880533296027289</id><published>2009-03-24T14:17:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T14:21:02.081+07:00</updated><title type='text'>Komponen-komponen Company Profile</title><content type='html'> Sejarah sebagai latar belakang &lt;br /&gt; Filosofi à Visi dan Misi, motto&lt;br /&gt; Strategi à kebijakan manajemen/ usaha &lt;br /&gt; Struktur Organisasi/ gaya kepemimpinan &lt;br /&gt; Ciri khas perusahaan &lt;br /&gt; Reputasi perusahaan à pengakuan, penghargaan dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8022219023490104381-2363880533296027289?l=panjiadver.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://panjiadver.blogspot.com/feeds/2363880533296027289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8022219023490104381&amp;postID=2363880533296027289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/2363880533296027289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/2363880533296027289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://panjiadver.blogspot.com/2009/03/komponen-komponen-company-profile.html' title='Komponen-komponen Company Profile'/><author><name>panji ADvis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15969081350691905705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PEnQt4v3rys/R-KJp8J5ayI/AAAAAAAAADQ/XCNfzC8bo40/S220/l_AG-DVC60.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8022219023490104381.post-3091811159677422077</id><published>2007-11-12T22:40:00.001+07:00</published><updated>2007-11-12T23:06:05.771+07:00</updated><title type='text'>manual kamera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh0U5ZM5JI/AAAAAAAAAA8/qsQU2SqTrrk/s1600-h/cam+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 251px; height: 301px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh0U5ZM5JI/AAAAAAAAAA8/qsQU2SqTrrk/s320/cam+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131979677741409426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh1EJZM5KI/AAAAAAAAABE/bETKvcuon6c/s1600-h/cam+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh1EJZM5KI/AAAAAAAAABE/bETKvcuon6c/s320/cam+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131980489490228386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh1pZZM5LI/AAAAAAAAABM/fbAW4FYtOJE/s1600-h/cam+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh1pZZM5LI/AAAAAAAAABM/fbAW4FYtOJE/s320/cam+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131981129440355506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh2IJZM5MI/AAAAAAAAABU/A5zNEG42pYQ/s1600-h/cam+4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh2IJZM5MI/AAAAAAAAABU/A5zNEG42pYQ/s320/cam+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131981657721332930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh2cpZM5NI/AAAAAAAAABc/Wuxi7pnO50s/s1600-h/cam+5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh2cpZM5NI/AAAAAAAAABc/Wuxi7pnO50s/s320/cam+5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131982009908651218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh255ZM5OI/AAAAAAAAABk/no-E9wSqo9k/s1600-h/cam+6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh255ZM5OI/AAAAAAAAABk/no-E9wSqo9k/s320/cam+6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131982512419824866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh3PpZM5PI/AAAAAAAAABs/BVwpSpIsFTw/s1600-h/cam+7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh3PpZM5PI/AAAAAAAAABs/BVwpSpIsFTw/s320/cam+7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131982886081979634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh38JZM5RI/AAAAAAAAAB8/GJZR8yBuFqc/s1600-h/cam+9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh38JZM5RI/AAAAAAAAAB8/GJZR8yBuFqc/s320/cam+9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131983650586158354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh37pZM5QI/AAAAAAAAAB0/HiezTmNzJ3k/s1600-h/cam+8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh37pZM5QI/AAAAAAAAAB0/HiezTmNzJ3k/s320/cam+8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131983641996223746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8022219023490104381-3091811159677422077?l=panjiadver.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://panjiadver.blogspot.com/feeds/3091811159677422077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8022219023490104381&amp;postID=3091811159677422077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/3091811159677422077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/3091811159677422077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://panjiadver.blogspot.com/2007/11/manual-kamera.html' title='manual kamera'/><author><name>panji ADvis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15969081350691905705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PEnQt4v3rys/R-KJp8J5ayI/AAAAAAAAADQ/XCNfzC8bo40/S220/l_AG-DVC60.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/Rzh0U5ZM5JI/AAAAAAAAAA8/qsQU2SqTrrk/s72-c/cam+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8022219023490104381.post-2331232488189642219</id><published>2007-11-12T22:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T14:48:30.412+07:00</updated><title type='text'>GERAKAN KAMERA</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GERAKAN KAMERA DAN LENSA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;PAN, PANNING&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Pan adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Pan right (kamera bergerak memutar kekanan )&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Pan left (kamera bergerak memutar kekiri )&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhvSZZM5DI/AAAAAAAAAAM/zW8oJBvUqXs/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131974137233597490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 339px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 203px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhvSZZM5DI/AAAAAAAAAAM/zW8oJBvUqXs/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;img alt="" src="file:///C:/DOCUME~1/Owner/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" /&gt; &lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Gerakan pan biasanya dilakukan untuk mengikuti gerakan subjek (orang yang sedang berjalan ), mempertunjukan suatu pemandangan yang luas secara menyeluruh. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Gerakan pan secara pelan menimbulkan perasaan menanti. Kadang-kadang panning cepat atau swish pan dilakukan untuk menghubungkan dua peristiwa yang terjadi di dua tempat. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;TILT, TILTING &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Tilting adalah gerakan kamera secara vertical, mendongak dari bawah keatas atau sebaliknya. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Tilt up – mendongak keatas &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Tilt down – menunduk kebawah &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhvypZM5EI/AAAAAAAAAAU/VuHxjvBABo0/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131974691284378690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 227px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhvypZM5EI/AAAAAAAAAAU/VuHxjvBABo0/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Gerakan tilt dilakukan untuk mengikuti gerakan objek (peluncuran balon, pesawat take off dll), untuk menciptakan efek dramatis, mempertajam situasi. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;TRACK, DOLLY &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Track atau dolly adalah gerakan kamera diatas tripod atau dolly mendekati atau menjauhi subyek. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Track in – mendekati subyek&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Track out – menjauhi objek &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhwOZZM5FI/AAAAAAAAAAc/5whWI8bsgB8/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131975168025748562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 294px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 198px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhwOZZM5FI/AAAAAAAAAAc/5whWI8bsgB8/s320/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;GRAB&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Grab adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bias dinaik turunkan. Kalau sekarang ini kebanyakan menggunakan portal-jib traveler.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Grab up – kamera dinaikkan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Grab down – kamera diturunkan&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhxNJZM5GI/AAAAAAAAAAk/VNJW_vkTsJY/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131976246062539874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 163px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 256px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhxNJZM5GI/AAAAAAAAAAk/VNJW_vkTsJY/s320/6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Dengan menggunakan teknik Grab up/down kita bias menghasilkan perubahan perspektif visual dari adegan. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;CRAB &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subjek yang sedang bergerak. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Crab left – bergerak kekiri &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Crab right bergerak kekanan &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhyLpZM5HI/AAAAAAAAAAs/g4z1-QoRUTI/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131977319804363890" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 296px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 155px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhyLpZM5HI/AAAAAAAAAAs/g4z1-QoRUTI/s320/4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;TRUCKING, ARC &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Adalah gerakan kamera memutarmengitari objek dari kiri kekanan atau sebaliknya &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhyX5ZM5II/AAAAAAAAAA0/GDBqo9Cb5lY/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131977530257761410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 288px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 161px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhyX5ZM5II/AAAAAAAAAA0/GDBqo9Cb5lY/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;ZOOM &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang sempit (telephoto) kesudut lebar (wide angle) atau sebaliknya. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Zoom in : mendekatkan objek dari long shot ke close up&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Zoom out : menjauhkan obyek dari close up kelong shot &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan visual zoomming dengan tracking :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;Zooming : &lt;/b&gt;memperbesar atau memperkecil obyek dengan mengubah sudut pandang lensa. Dengan membuat zoom in, latar belakang menjadi out focus, gambar menjadi datar. Kesan yang kita peroleh seolah olah subjek kita dekatkan atau jauhkan dari pandangan kita. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;Tracking : &lt;/b&gt;mendekati atau menjauhi obyek dengan menubah keudukan kamera. Dengan melakukan track in, latar belakang dan dan latar depan tetap focus. Gambar lebih mempunyai kedalaman, memberikan kesan lebih dinamis dengan gerak gambar yang sesungguhnya. Gerakan dolly lebih impresif, bila melewati pintu-pintu, lekukan, ataupun mebel dengan maksud menyajikan pandangan subjektif dari adegan. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;b&gt;RACK FOKUS &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;Rack focus atau selektif focus adalah mengubah focus lensa dari objek dilatar belakang ke objek dilator depan atau sebaliknya, untuk mengalihkan perhatian penonton dari satu objek keobjek lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;br /&gt;FRAMING, BIDANG PANDANGAN&lt;br /&gt;ELS (Extreme long Shot)&lt;br /&gt;Shot sangat jauh, menyajikan bidang pandangan yang luas, kamera mengambil keseluruhan pemandangan. Objek utama dan objek lainnya nampak sangat kecil dalam hubungannya dengan latar.&lt;br /&gt;LS (Long Shot)&lt;br /&gt;Shot jauh, menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat dibandingkan dengan ELS, objek masih didominasi oleh latar belakang yang luas.&lt;br /&gt;MLS (Medium Long Shot)&lt;br /&gt;Shot yang menyajikan bidang pandangan yang lebih dekat daripada long shot, objek manusia biasanya ditampilkan dari atas lutut sampai diatas kepala.&lt;br /&gt;MS (Medium Shot)&lt;br /&gt;Di sini objek menjadi lebih besar dan lebih dominant, objek manusia dinampakkan dari atas pinggang sampai diatas kepala. Latar belakang masih nampak sebanding dengan objek utama.&lt;br /&gt;MCU (Medium Close up)&lt;br /&gt;Shot amat dekat, objek diperlihatkan dari bagian dada sampai atas kepala. MCU inilah yang paling sering dipergunakan dalam televise.&lt;br /&gt;CU (Close Up)&lt;br /&gt;Shot dekat, objek menjadi titik perhatian utama dalam shot ini, latar belakang nampak sedikit sekali. Untuk manusia biasanya ditampilkan wajah dari bahu sampai atas kepala.&lt;br /&gt;ECU (Extrem Close Up)&lt;br /&gt;Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Objek mengisi seluruh layer dan jelas sekali detailnya.&lt;br /&gt;CUT OFF LINES&lt;br /&gt;Istilah dalam framing (pembingkaian) gambar dengan objek manusia berdasarkan garis/potongan bagian pada tubuh.&lt;br /&gt;FS (full shot) menyajikan seluruh tubuh&lt;br /&gt;Knee Shot (shot lutut) menampilkan bagian tubuh dari lutut sampai atas kepala&lt;br /&gt;Waist Shot (shot pinggang) menyajikan bagian tubuh dari pinggang sampai ke atas kepala.&lt;br /&gt;Beast Shot (shot dada)&lt;br /&gt;Head Shot (Shot kepala)&lt;br /&gt;Beberapa istilah shot yang lain&lt;br /&gt;Tight Shot (shot dekat)&lt;br /&gt;Wide Shot (shot jauh atau lebar)&lt;br /&gt;Cover Shot (shot2 MS sampai CU)&lt;br /&gt;Two shot (shot 2 orang)&lt;br /&gt;Three shot ( shot 3 orang) dst&lt;br /&gt;OS (Over Shoulder Shot)&lt;br /&gt;Shot dimana objek utama menghadap ke arah kamera, dengan bingkai disamping kiri atu kanan nampak bahu dan sebagian kepala objek lain sebagai lawan bicara.&lt;br /&gt;Establising Shot&lt;br /&gt;Pengambilan gambar dengan kamera statis, (bias any dalam posisi extreme long shot atau long shot) yang menampilkan keseluruhan pandangan untuk memperkenalkan suatu tempat dimana suatu peristiwa sedang terjadi.&lt;br /&gt;CAMERA ANGLE (SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR)&lt;br /&gt;Camera angle adalah sudut penempatan dimana kamera mengambil gambar suatu subjek, pemandangan atau adegan. Dengan sudut tertentu kita bisa menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada adegan yang kita sajikan.&lt;br /&gt;Normal Angle&lt;br /&gt;Pada posisi normal angle, kamera ditempatkan kira-kira setinggi mata subjek. Tentu saja normal angle sangat tergantung pada tinggi subjek yang dishooting. Bila kita merekam sekelompok anak kecil yang sedang bermain, normal angle untuk orang dewasa tentu saja terlalu tinggi, maka kamera harus diturunkan hingga setinggi mata anak. Pada program wawancara, dimana semua pemain duduk dikursi, kita pasang level untuk menaikkan setting/kursi, sehingga juru kamera bisa menshoot adegan pada normal angle tanpa membungkukkan badan selama produksi berlangsung.&lt;br /&gt;High Angle&lt;br /&gt;Posisi kamera lebih tinggi diatas mata, sehingga kamera hrus menunduk untuk mengambil subjeknya. High angle sangat berguna untuk mempertunjukan keseluruhan set beserta objek-objeknya. Dengan high kamera angle bisa diciptakan kesan objek nampak kecil, rendah, hina, perasaan kesepian, kurang gairadll.&lt;br /&gt;Low Angle&lt;br /&gt;Posisi kamera dibawah ketinggian mata subjek, sehingga kamera harus mendongak untuk merekam subjek. Dengan low angle cenderung menambah ukuran tinggi objek, dan memberikan kesan kuat, dominasi dan dinamis.&lt;br /&gt;Bird Eye View&lt;br /&gt;Kamera mengambil subjeknya dari atas&lt;br /&gt;Subjektive Camera Angle&lt;br /&gt;Kamera diletakkan ditampat seorang karakter (tokoh) yang tidak nampak dalam layer dan mempertunjukan pada penonton suatu pemandangan dari sudut pandang karakter tersebut.&lt;br /&gt;Objektive Camera Angle&lt;br /&gt;Kamera merekam peristiwa atau adegan seperti apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8022219023490104381-2331232488189642219?l=panjiadver.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://panjiadver.blogspot.com/feeds/2331232488189642219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8022219023490104381&amp;postID=2331232488189642219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/2331232488189642219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8022219023490104381/posts/default/2331232488189642219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://panjiadver.blogspot.com/2007/11/materi-praktikum-iklan.html' title='GERAKAN KAMERA'/><author><name>panji ADvis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15969081350691905705</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_PEnQt4v3rys/R-KJp8J5ayI/AAAAAAAAADQ/XCNfzC8bo40/S220/l_AG-DVC60.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PEnQt4v3rys/RzhvSZZM5DI/AAAAAAAAAAM/zW8oJBvUqXs/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
